Dada Terasa Panas Saat GERD? Ini Penyebab Utamanya

Mengapa Dada Terasa Panas Saat GERD Kambuh? Ini Penjelasan Medis dari Dokter

polasejahtera.com – Penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) dan asam lambung menjadi gangguan pencernaan yang semakin sering dialami berbagai kalangan, termasuk usia muda. Kondisi ini terjadi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan sehingga memicu beragam keluhan, mulai dari dada terasa panas, mual, perut begah, hingga muncul rasa asam di mulut.

Banyak penderita menganggap gejala tersebut sebagai hal yang biasa ketika GERD kambuh. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya mengapa sensasi panas di dada bisa muncul, bahkan terkadang menyerupai nyeri pada jantung. Penjelasan medis menunjukkan bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan posisi kerongkongan dan naiknya cairan asam dari lambung.

Asam Lambung yang Naik ke Kerongkongan Menjadi Pemicu Heartburn

Dokter sekaligus edukator kesehatan dr. Gia Pratama menjelaskan bahwa GERD terjadi ketika katup yang memisahkan lambung dan kerongkongan tidak bekerja secara optimal. Katup tersebut dapat melemah atau terbuka pada waktu yang tidak semestinya sehingga isi lambung, termasuk asam lambung, mengalir kembali menuju esofagus.

“GERD terjadi ketika isi lambung naik ke kerongkongan karena katup lambung melemah atau terbuka pada waktu yang salah,” ujar dr. Gia Pratama, dikutip dari unggahan Instagram, Kamis (30/7/2026).

Kerongkongan tidak memiliki lapisan pelindung sekuat lambung. Akibatnya, paparan asam lambung dapat memicu iritasi yang menimbulkan sensasi terbakar atau heartburn, yaitu rasa panas yang biasanya terasa di bagian tengah dada.

Mengapa Sensasi Panas Terasa di Dada?

Menurut dr. Gia, letak esofagus berada tepat di belakang jantung. Karena posisi anatomis tersebut, iritasi akibat asam lambung sering kali menimbulkan sensasi panas yang dirasakan di area dada dan kerap disalahartikan sebagai gangguan jantung.

“Esofagus memang terletak di belakang jantung kita sehingga ketika asam lambung naik ke esofagus rasanya seperti heartburn,” jelasnya.

Meski demikian, heartburn akibat GERD berbeda dengan nyeri dada karena penyakit jantung. Apabila nyeri dada muncul mendadak, terasa sangat berat, menjalar ke lengan atau rahang, disertai sesak napas maupun keringat dingin, penderita tetap disarankan segera mencari pertolongan medis untuk memastikan penyebabnya.

Baca Juga : “Sering Marah-Marah Tingkatkan Risiko Gangguan Irama Jantung“

Mual, Begah, dan Rasa Asam di Mulut Juga Berkaitan dengan Refluks

Selain rasa panas di dada, refluks asam lambung juga dapat memicu gejala lain seperti mual, perut terasa penuh atau begah, serta munculnya rasa asam hingga pahit di mulut. Kondisi tersebut terjadi karena cairan lambung ikut naik ke kerongkongan dan terkadang mencapai bagian tenggorokan atau rongga mulut.

Dr. Gia menambahkan bahwa makanan yang terlalu pedas maupun terlalu asam dapat memperparah iritasi pada lambung sehingga gejala GERD menjadi lebih mudah kambuh.

“Akibatnya muncul rasa panas di dada, begah, mual, hingga rasa asam di mulut. Ini bisa terjadi karena lambung yang sedang terinfeksi, makanan pedas dan asam yang mengiritasi,” katanya.

Selain faktor makanan, setiap penderita dapat memiliki pemicu yang berbeda. Beberapa orang juga mengalami kekambuhan setelah mengonsumsi makanan berlemak, minuman berkafein, cokelat, atau makan dalam porsi besar sebelum berbaring.

Stres Dapat Memperburuk Keluhan GERD

Faktor psikologis juga berperan dalam memperburuk gejala GERD. Stres berkepanjangan dan rasa cemas dapat meningkatkan sensitivitas saluran cerna sehingga keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, atau rasa panas di dada menjadi lebih sering muncul.

Menurut dr. Gia, kondisi mental yang tidak stabil dapat memengaruhi respons tubuh, termasuk sistem pencernaan. Oleh karena itu, pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam mengendalikan kekambuhan GERD selain menjaga pola makan.

“Serta pikiran yang terus dipenuhi kekhawatiran. Sebab organ tubuh kita ikut menanggung apa yang terus kita pikirkan,” tuturnya.

Menjaga Pola Makan dan Gaya Hidup Membantu Mencegah GERD Kambuh

Untuk mengurangi risiko kekambuhan, penderita GERD dianjurkan menjaga pola makan, menghindari makanan yang menjadi pemicu pribadi, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, serta tidak langsung berbaring setelah makan. Menjaga berat badan ideal dan mengelola stres juga menjadi langkah penting dalam membantu meredakan gejala.

Sebagai penutup, dr. Gia mengingatkan bahwa proses pemulihan lambung membutuhkan waktu dan dukungan dari pola hidup yang sehat. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih makanan sekaligus menjaga kesehatan mental agar fungsi lambung dapat kembali optimal.

“Jaga makananmu, tenangkan pikiranmu, beri lambungmu kesempatan untuk pulih,” pungkas dr. Gia.

Exit mobile version