Gangguan pada telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sering dianggap ringan. Padahal, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup secara signifikan.
Dokter spesialis THT-BKL, Bintari Nareswari dari RS EMC Grha Kedoya, membagikan tujuh strategi penting untuk menjaga kesehatan THT. Langkah ini membantu mencegah infeksi, alergi, dan kerusakan organ THT.
Jaga Kebersihan Telinga dengan Aman
Hindari Pembersihan Berlebihan
Membersihkan telinga terlalu sering dengan cotton bud atau benda tajam bisa mendorong serumen masuk lebih dalam. Risiko gendang telinga terluka meningkat.
Bintari menyarankan, “Cukup lap bagian luar telinga dengan kain lembut. Jika terasa sumbatan, segera konsultasi dokter THT.”
Lakukan Pemeriksaan Rutin
Dokter memiliki alat khusus untuk membersihkan telinga dengan aman. Pemeriksaan rutin mencegah infeksi telinga tengah dan penurunan pendengaran.
Lindungi Telinga dari Suara Bising
Kenali Risiko Suara Keras
Paparan suara bising berkepanjangan bisa merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam, menyebabkan gangguan pendengaran permanen.
Gunakan Pelindung Telinga
Gunakan earplug atau penutup telinga saat berada di konser, pabrik, atau lokasi bising. Terapkan aturan “60-60”: maksimal 60 menit, volume 60 persen.
Perawatan Hidung untuk Pernapasan Sehat
Rutin Bersihkan Hidung
Hidung yang bersih membantu cegah infeksi dan alergi. Gunakan larutan saline untuk membersihkan lendir dan alergen secara rutin.
Hindari Pemicu Alergi
Identifikasi dan hindari alergen pemicu rhinitis. Rutin cuci tangan sebelum menyentuh hidung untuk mencegah penyebaran kuman.
Hindari Asap Rokok dan Polusi Udara
Risiko Asap Rokok
Asap rokok mengiritasi saluran pernapasan, meningkatkan risiko infeksi tenggorokan, hidung, dan telinga.
Lindungi Diri dari Polusi
Gunakan masker di luar ruangan dengan kualitas udara buruk. Hindari lokasi dengan paparan virus atau polusi tinggi.
Perhatikan Asupan Cairan dan Nutrisi
Minum Air Cukup
Tubuh terhidrasi menjaga kelembapan selaput lendir di hidung dan tenggorokan. Hal ini mendukung fungsi kekebalan tubuh.
Konsumsi Makanan Bergizi
Makan buah, sayur, dan makanan kaya vitamin memperkuat imun. Batasi makanan pedas dan berminyak untuk kesehatan tenggorokan.
Tangani Flu dan Batuk dengan Cepat
Istirahat dan Cairan
Flu dan batuk yang tidak diobati bisa memicu komplikasi THT. Istirahat cukup dan minum banyak air sangat penting.
Konsultasi Medis Tepat
Jika gejala tidak membaik, segera konsultasi dokter. Hindari antibiotik sembarangan karena infeksi virus tidak membutuhkannya.
Rutin Konsultasi dengan Dokter Spesialis THT
Kenali Gejala Awal
Gejala telinga: penurunan pendengaran, nyeri hebat, cairan keluar, tinnitus.
Gejala hidung: tersumbat berkepanjangan, mimisan, penurunan penciuman.
Gejala tenggorokan: sakit berhari-hari, suara serak, sulit menelan, benjolan leher.
Prioritaskan Pemeriksaan Dini
Bintari menekankan pentingnya tindakan cepat untuk mencegah komplikasi. Pemeriksaan dini menjaga kualitas hidup dan kesehatan THT.
Kesimpulan
Menjaga THT tidak hanya mencegah gangguan pendengaran atau infeksi. Langkah sederhana seperti kebersihan, perlindungan dari bising, pola makan sehat, dan pemeriksaan rutin memberi dampak besar pada kenyamanan hidup.
Bintari menegaskan, “Jangan tunggu gejala berat muncul. Prioritaskan kesehatan THT sekarang, agar kualitas hidup tetap optimal.”
Baca Juga : “Tips Menjaga Kesehatan Telinga dan Pendengaran“











