Dokter Ungkap Ginjal Kanker Tak Selalu Harus Diangkat Total

Ginjal Kanker

Teknologi Kedokteran Modern Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Ginjal

Kanker ginjal tak lagi selalu berarti pengangkatan satu ginjal secara total. Inovasi teknologi kesehatan telah menghadirkan pendekatan baru yang lebih konservatif dan fungsional: Partial Nephrectomy. Prosedur ini memungkinkan pengangkatan hanya bagian ginjal yang terkena kanker, tanpa harus mengorbankan seluruh organ ginjal yang sehat.

Pendekatan ini menjadi harapan bagi banyak pasien kanker ginjal stadium awal yang ingin mempertahankan fungsi ginjal semaksimal mungkin. Dengan operasi ini, pasien tidak harus kehilangan satu ginjal secara keseluruhan.

Baca Juga : “Vitamin D Tingkatkan Imunitas dan Hormon Wanita“

Apa Itu Partial Nephrectomy dan Siapa Kandidatnya?

Partial Nephrectomy adalah prosedur pembedahan yang hanya mengangkat bagian ginjal yang terkena tumor atau kanker. Sisanya yang sehat tetap dipertahankan agar bisa terus berfungsi. Prosedur ini ideal untuk pasien dengan kanker ginjal stadium satu atau dua, saat ukuran tumor masih relatif kecil dan belum menyebar.

“Kalau ada tumor di ginjal, kita tidak harus buang semua ginjal. Kita hanya buang bagian yang ada tumornya saja. Bagian lainnya bisa kita pertahankan,” ujar dr. Badrulhisham Bahadzor, dokter konsultan urologi dari Hospital Picaso, Petaling Jaya, Malaysia, saat diwawancara pada Selasa (25/11/2025).

Manfaat Mempertahankan Sebagian Ginjal yang Masih Sehat

Tujuan utama dari Partial Nephrectomy adalah menjaga sebanyak mungkin unit penyaring ginjal yang disebut nefron. Fungsi nefron sangat vital karena bertugas menyaring darah dan membuang limbah melalui urin.

“Kalau tumornya 5 cm dan ginjalnya masih ada bagian 5 cm yang sehat, maka kita buang hanya bagian yang bermasalah. Sisanya bisa tetap berfungsi,” jelas dr. Badrul.

Ini berarti, pasien tetap memiliki dua ginjal yang aktif, meski satu di antaranya hanya sebagian. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk kesehatan jangka panjang, terutama dalam mencegah gagal ginjal kronis.

Batasan Ukuran Tumor untuk Partial Nephrectomy

Partial Nephrectomy umumnya dianjurkan untuk tumor dengan ukuran di bawah 7 cm. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan prosedur ini tetap dilakukan untuk tumor yang sedikit lebih besar, tergantung kondisi pasien dan lokasi tumornya.

“Kita pernah lakukan operasi ini untuk pasien dengan tumor 8 cm. Tapi rata-rata kasus yang ideal adalah di bawah 7 cm,” tambahnya.

Faktor-Faktor yang Menentukan Harus atau Tidaknya Ginjal Diangkat Seluruhnya

Namun, tidak semua kasus kanker ginjal cocok untuk Partial Nephrectomy. Beberapa kondisi tetap mengharuskan pengangkatan ginjal secara total atau disebut radical nephrectomy.

Menurut dr. Badrul, jika ukuran tumor sangat besar atau letaknya terlalu dekat dengan struktur vital seperti pembuluh darah utama ginjal, maka pilihan terbaik adalah mengangkat seluruh ginjal.

“Kalau tumornya sudah 9 cm dan bagian sehatnya cuma tersisa sedikit, maka tidak efektif lagi dipertahankan. Atau kalau kanker sudah masuk ke pembuluh darah, maka harus dibuang semua, termasuk bagian pembuluh darah yang terkena,” jelasnya.

Letak Tumor Jadi Penentu Keberhasilan Operasi Parsial

Letak tumor di dalam ginjal juga memainkan peran krusial dalam pengambilan keputusan operasi. Tumor yang menempel atau terlalu dekat dengan pembuluh darah utama atau pusat ginjal akan menyulitkan pengangkatan secara parsial.

“Meski tumornya hanya 5 cm, kalau letaknya berdekatan dengan pembuluh darah utama ginjal, maka sulit untuk hanya buang sebagian,” kata dr. Badrul.

Dalam kasus seperti ini, risiko komplikasi meningkat jika bagian vital dari ginjal terpaksa ikut dibuang. Maka dokter akan mengevaluasi dengan cermat melalui pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk memutuskan langkah terbaik.

Peran Teknologi Robotik dalam Prosedur Partial Nephrectomy

Salah satu terobosan penting dalam prosedur ini adalah penggunaan teknologi robotik. Di Hospital Picaso, prosedur Partial Nephrectomy dilakukan dengan bantuan robot bedah modern, yang memberikan presisi tinggi dan trauma minimal pada jaringan tubuh.

“Di sini kami lakukan dengan bantuan robotik. Bisa juga secara terbuka (open surgery), tapi hasilnya lebih presisi kalau dengan robot,” ujar dr. Badrul.

Pasien dari berbagai negara, termasuk Indonesia, datang ke fasilitas ini untuk mendapatkan second opinion maupun menjalani tindakan langsung.

Efektivitas Partial Nephrectomy Sama dengan Pengangkatan Total Ginjal

Menariknya, risiko kambuhnya kanker ginjal pada pasien yang menjalani Partial Nephrectomy tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan yang menjalani pengangkatan total ginjal.

“Tak ada perbedaan besar soal kambuh atau tidaknya kanker. Yang berbeda hanya fungsi ginjal yang tersisa. Kalau buang semua, ginjal itu hilang seluruh fungsinya. Kalau buang sebagian, masih ada bagian ginjal yang bisa bekerja,” tutup dr. Badrul.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pilihan Penanganan Personal

Keberhasilan Partial Nephrectomy sangat ditentukan oleh deteksi dini dan penilaian medis yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan kanker ginjal, tekanan darah tinggi, atau diabetes.

Kanker ginjal sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun gejala seperti nyeri pinggang, darah dalam urin, dan tekanan darah meningkat bisa menjadi tanda yang harus diwaspadai.

Dalam era pengobatan modern, pilihan terapi kanker semakin personal dan berbasis teknologi. Partial Nephrectomy adalah bukti nyata bagaimana pendekatan medis kini semakin mengutamakan fungsi organ jangka panjang, bukan sekadar menghilangkan kanker.

Baca Juga : “Mengenal Kanker Ginjal: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan di Setiap Stadium“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *