Ketahui Penyebab Mata Ibu Merah Usai Melahirkan

Penjelasan Medis di Balik Kondisi Mata Merah pada Ibu Usai Melahirkan

polasejahtera – Belakangan ini, perbincangan mengenai kondisi mata ibu yang berubah menjadi merah terang setelah proses persalinan ramai mendapat sorotan di media sosial. Banyak masyarakat awam mengaitkan fenomena tersebut dengan kebiasaan memejamkan mata secara paksa saat proses mengejan. Padahal, dari kacamata medis, perubahan warna pada selaput mata ini memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan langsung dengan peningkatan tekanan fisik yang ekstrem selama proses persalinan pervaginam atau persalinan normal.

Perdarahan Subkonjungtiva Akibat Tekanan Ekstra Saat Mengejan

Menanggapi isu medis yang beredar, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG, Subsp.FER, meluruskan bahwa mata merah pascapersalinan umumnya disebabkan oleh kondisi klinis yang disebut perdarahan subkonjungtiva. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah berukuran sangat kecil yang berada tepat di bawah lapisan bening mata (konjungtiva) mengalami pecah. Akibatnya, darah merembes dan membentuk genangan bercak merah terang pada bagian putih bola mata (sklera).

Secara fisiologis, proses melahirkan secara normal menuntut seorang ibu untuk mengejan dengan kekuatan yang optimal. Dokter Caroline menekankan bahwa tidak mungkin seorang ibu melakukan persalinan normal hanya dengan mengejan setengah tenaga. Dorongan ekstra ini mutlak diperlukan untuk membantu mendorong bayi keluar dari jalan lahir, terutama bagi ibu yang baru pertama kali menjalani proses persalinan dan membutuhkan upaya fisik yang jauh lebih besar.

Upaya mengejan secara maksimal ini memicu mekanisme fisik yang serupa dengan Valsalva maneuver, di mana tekanan pembuluh darah di area atas tubuh, termasuk area mata dan wajah, melonjak drastis. Jika seorang ibu kebetulan memiliki pembuluh darah mata yang cukup rapuh, peningkatan tekanan intravaskuler ini dapat memicu pecahnya pembuluh kapiler. Namun, para ibu tidak perlu panik. Secara medis, perdarahan subkonjungtiva tergolong sebagai kondisi yang tidak berbahaya, tidak mengganggu visus atau ketajaman penglihatan, dan tubuh akan menyerap kembali darah tersebut sehingga mata kembali normal dengan sendirinya dalam rentang waktu satu hingga dua minggu.

Baca Juga : “Kenali Tanda Anak Kecanduan Gawai Sejak Dini“

Waspada Risiko Ablasio Retina pada Penderita Miopia Tinggi

Meskipun perdarahan subkonjungtiva tergolong masalah yang ringan, terdapat kondisi medis lain pada mata yang menuntut kehati-hatian tingkat tinggi menjelang persalinan. Risiko komplikasi persalinan normal akan meningkat secara signifikan pada ibu hamil yang menderita rabun jauh atau miopia tingkat tinggi, khususnya jika ukuran minus mata sudah melebihi angka 7. Struktur anatomi bola mata pada penderita minus tinggi cenderung lebih panjang dari ukuran normal. Perubahan bentuk ini menyebabkan lapisan retina di bagian belakang mata ikut tertarik, menjadi jauh lebih tipis, dan sangat rentan mengalami kerusakan struktural.

Saat ibu mengejan dengan sangat keras, lonjakan tekanan fisik pada pembuluh darah dapat berujung pada kondisi darurat yang dinamakan ablasio retina. Kondisi ini merujuk pada terlepasnya lapisan retina yang sangat sensitif terhadap cahaya dari dinding penyangganya. Dokter Caroline secara tegas mengingatkan bahwa ibu dengan riwayat minus di atas 7 umumnya sangat tidak dianjurkan untuk menempuh persalinan normal. Pasalnya, jika komplikasi ablasio retina ini terjadi akibat paksaan mengejan, ibu berpotensi mengalami kebutaan secara tiba-tiba dan permanen.

Sebagai langkah pencegahan dan perencanaan persalinan yang aman, sangat penting bagi setiap ibu hamil yang memiliki riwayat gangguan penglihatan untuk bersikap proaktif. Pemeriksaan dan konsultasi terpadu antara dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis mata (oftalmologis) mutlak dilakukan, idealnya pada trimester ketiga kehamilan. Melalui pemeriksaan menyeluruh, dokter dapat memetakan ketebalan serta kekuatan retina ibu secara akurat. Keputusan medis ini akan menjadi landasan penting untuk menentukan apakah persalinan normal aman untuk dilanjutkan, atau justru prosedur operasi caesar menjadi intervensi terbaik demi melindungi fungsi penglihatan sang ibu di masa mendatang.

Baca Juga : “Cara Mudah Mengatasi Pilek pada Bayi di Rumah“

Exit mobile version