Mengapa Skincare Menjadi Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren
Merawat kulit wajah bukan lagi soal ikut-ikutan. Kini, skincare menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari untuk menjaga kesehatan kulit. Banyak orang menyadari bahwa kulit yang sehat tidak hanya mencerminkan kebersihan diri, tetapi juga menunjang rasa percaya diri.
Namun, bagi pemula, dunia skincare seringkali terasa membingungkan. Ada banyak jenis produk, istilah asing, hingga klaim manfaat yang membuat orang ragu harus mulai dari mana.
Baca Juga : “1 dari 10 Perempuan Indonesia Alami Kekerasan Pasangan“
Empat Langkah Dasar Skincare Menurut Dokter Estetika
Menurut dr. Maria Angelina Bunawan, Dokter Estetika di Jakarta, pemula tidak perlu merasa kewalahan. Fokus saja pada langkah-langkah perawatan dasar. “Basic skincare itu dari cleanser, moisturizer, serum, dan yang paling penting adalah sunscreen. That’s it,” jelas Maria dalam wawancara bersama Health Liputan6.com.
Empat produk ini sudah cukup untuk memberikan nutrisi dasar bagi kulit. Cleanser membersihkan wajah dari kotoran dan minyak. Moisturizer menjaga kelembapan. Serum memberi nutrisi tambahan, dan sunscreen melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV.
Maria menegaskan bahwa skincare sebaiknya dilakukan secara konsisten. “Kadang perawatan dengan skincare ada batasnya. Kalau memang butuh hasil lebih, bisa ditambah dengan treatment di dokter,” tambahnya.
Masker Wajah: Pelengkap Skincare yang Tidak Boleh Diabaikan
Selain empat langkah dasar tadi, masker wajah bisa menjadi pelengkap yang efektif. Menurut dr. Dinda Fath, MBBS, Medical Innovation dari Sozo Skin, pemilihan masker yang tepat bisa membantu mempercepat hasil skincare.
“Masker bukan hanya pelengkap, tapi bisa jadi booster untuk mengatasi masalah kulit secara spesifik,” kata Dinda dalam acara peluncuran Beauty World Indonesia di Jakarta.
Dinda menekankan pentingnya mengenali jenis kulit sebelum memilih masker. Tidak semua masker cocok untuk semua orang. Kesalahan memilih masker bisa menyebabkan iritasi atau efek sebaliknya.
Jenis Masker Sesuai Kebutuhan Kulit Wajah
Memahami jenis kulit adalah langkah awal sebelum memilih masker. Berikut ini beberapa panduan dari Dinda:
- Kulit kering atau dehidrasi: Gunakan masker yang mengandung hyaluronic acid dan ceramide untuk mengunci kelembapan.
- Kulit berminyak atau berjerawat: Pilih masker dengan clay, sulfur, atau salicylic acid yang dapat mengontrol minyak dan mencegah jerawat.
- Kulit sensitif: Masker berbahan panthenol atau centella asiatica sangat baik untuk menenangkan kulit.
- Kulit kusam: Gunakan masker dengan kandungan vitamin C untuk membantu mencerahkan.
Perhatikan Kandungan Aktif dan Formulasi Masker Wajah
Dinda juga mengingatkan bahwa bahan aktif dalam masker harus disesuaikan dengan tujuan perawatan. Misalnya, untuk hidrasi, gunakan masker berbahan dasar pelembap; untuk pencerahan, pilih masker dengan kandungan antioksidan; sedangkan untuk mengangkat sel kulit mati, gunakan masker dengan AHA atau BHA.
“Formulasi juga penting. Hindari masker dengan alkohol tinggi atau bahan yang mudah mengiritasi kulit,” tegas Dinda.
Jenis masker yang bisa dipilih antara lain:
- Sheet mask: Memberikan hidrasi maksimal dengan efek menenangkan.
- Clay mask: Cocok untuk kulit berminyak karena dapat menyerap minyak berlebih.
- Exfoliating mask: Mengandung AHA/BHA untuk membantu mengangkat sel kulit mati secara lembut.
Aturan Pakai Masker yang Benar untuk Hasil Optimal
Tidak sedikit pengguna masker wajah yang belum tahu cara penggunaan yang benar. Dinda menyarankan agar masker digunakan satu hingga tiga kali dalam seminggu. Namun, untuk sheet mask yang fokus pada hidrasi, bisa digunakan setiap hari bila dibutuhkan.
“Sheet mask idealnya digunakan selama 15 hingga 20 menit. Jangan dipakai terlalu lama. Sedangkan clay mask harus dibilas saat masih lembap, jangan tunggu sampai retak-retak,” jelas Dinda.
Pemakaian masker yang terlalu sering atau salah waktu justru bisa membuat kulit iritasi, kering, atau over-exfoliated.
Kombinasikan Skincare Dasar dengan Masker Secara Teratur
Menggabungkan basic skincare dengan pemakaian masker yang tepat akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Kulit akan terasa lebih kenyal, cerah, dan bebas masalah.
Maria dan Dinda sama-sama menekankan pentingnya konsistensi. Skincare bukan proses instan. Hasilnya baru terlihat setelah penggunaan rutin selama beberapa minggu.
Ragam Tips Tambahan untuk Pemula Agar Tidak Salah Langkah
Untuk kamu yang baru memulai rutinitas skincare, berikut beberapa tips yang dapat membantumu memulai dengan tepat:
- Mulai dengan produk basic dan hindari mencoba terlalu banyak produk baru sekaligus.
- Perhatikan reaksi kulit setelah penggunaan produk.
- Lakukan patch test untuk menghindari alergi.
- Simpan produk di tempat yang sejuk dan kering.
- Gunakan produk sesuai urutan: dari tekstur paling ringan ke yang lebih berat.
Data Pendukung: Tren Skincare di Indonesia
Berdasarkan laporan dari NielsenIQ tahun 2024, penjualan produk skincare di Indonesia meningkat 18% dibanding tahun sebelumnya. Produk seperti sunscreen dan serum mengalami peningkatan tertinggi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia makin peduli dengan kesehatan kulit.
Kesimpulan: Mulai dari Dasar, Konsisten, dan Pahami Kulitmu
Merawat kulit tidak harus mahal atau rumit. Kuncinya ada pada pemahaman terhadap jenis kulit dan kebutuhan dasarnya. Dengan memulai dari basic skincare dan memilih masker yang tepat, kamu sudah berada di jalur yang benar menuju kulit sehat dan glowing.
Perawatan kulit adalah investasi jangka panjang. Maka dari itu, lebih baik mulai dari sekarang, dengan langkah sederhana tapi konsisten. Dan jika kamu merasa perawatan mandiri belum cukup, konsultasi ke dokter estetika bisa jadi solusi tambahan yang bijak.
Baca Juga : “10 Rekomendasi Paket Skincare Pria Terbaik [Ditinjau Dokter Kulit] (Terbaru Tahun 2025)“











